Tuesday, October 8, 2019

Ignatius Kardinal Suharyo: “Geopolitik” Gereja Katolik Indonesia dan Mondial


PELATIKAN Uskup KAJ sekaligus Ketua KWI Mgr. Ignatius Suharyo menjadi Kardinal baru saja terjadi. Terjadi gegap-gempita Umat Katolik Indonesia –baik di Tanahair dan di Roma— dalam menyambut gembira peristiwa tersebut.

Rangkaian tulisan di bawah ini –masih berfokus pada “Ignatius Kardinal Suharyo” pada Konsistori tanggal 5 Oktober 2019 pekan lalu— menawari perspektif berbeda untu melihat peristiwa tersebut dalam “bingkai wawasan” yang lebih luas.

Mengapa sebegitu bermaknanya peristiwa pelantikan Kardinal pada Konsistori Oktober 2019 ini bagi Indonesia, Umat Katolik di Tanahair, dan Gereja Katolik Semesta?

Telah terjadi “pergeseran” prosentasi jumlah Kardinal yang dulu terkesan “terlalu putih, Europeis”, kini wajah Asia makin memberi warna.

Juga makin banyak Jesuit menjadi Kardinal: ada 7 orang.

Membangun persaudaraan antar sesama manusia –termasuk menjalin relasi persahabatan dengan Umat Muslim— kini menjadi penting. Dan Indonesia –melalui representasi pelantikan Kardinal Suharyo—sedikit banyak mencerminkan “arah masa depan” Gereja Katolik Semesta.

Silakan menikmati uraian komprehensif mengenai peristiwa “Mgr. Suharyo Menjadi Kardinal” di portal berita Katolik ini.

Source: https://www.sesawi.net

No comments:

Post a Comment